CEMARABET | Cerita Sedih Ismael Bennacer Di Arsenal

CEMARABET – Gelandang AC Milan Ismael Bennacer mengungkapkan bagaimana seorang pelatih yang dikenal piawai dalam mengorbitkan bakat muda, Arsene Wenger, gagal mengoptimalkan dirinya ketika dia memperkuat Arsenal.

Pemain berusia 22 tahun itu pernah bergabung ke Emirates Stadium dalam waktu yang singkat selama dua tahun slot 4d terpercaya sebelum hengkang ke Empoli pada 2017 silam.

Pemain berkebangsaan Aljazair ini hanya memainkan satu pertandingan bagi The Gunners. Dia menegaskan, dirinya tak mampu bersinar di klub London Utara karena Wenger menempatkannya pada posisi yang salah.

Bennacer pada akhirnya hengkang situs judi slot 4d ke Milan dari Empoli pada 2019 lalu dan bisa merasakan posisi naturalnya sebagai gelandang bertahan.

“Saya datang ke Inggris pada Juli. Dua bulan pertama, saya tinggal di hotel karena saya tidak ingin pergi dan tinggal dengan keluarga yang saya tidak kenal,” cerita Bennacer.

“Saya berusia 17 tahun, saya belum cukup umur dan saya tidak bisa hidup sendiri, jadi saudara saya datang untuk judi slot online menemani saya. September, akhirnya saya memainkan laga pertama saya, di Piala Liga, kontra Sheffield Wednesday,” lanjutnya.

“Alex Oxlade-Chambelain mengalami cedera. Theo Walcott masuk menggantikannya dan setelah dua menit, dia juga mengalami cedera. Oleh karena itu Wenger menurunkan saya,” kenangnya.

“Masalahnya adalah dia agen slot 4d menempatkan saya di sisi kiri di sektor penyerangan tim, ini peran yang tak pernah saya jalani sebelumnya,” keluhnya.

“Saya merasakan tekanan kuat pada diri saya. Saya kehilangan beberapa bola, tapi saya juga beberapa kali bisa mengendalikan,” sambungnya.

“Setelah itu, saya tidak pernah lagi bermain, tapi saya tidak menyisihkan penyesalan. Saya berlatih dengan para situs slot 4d pemain besar seperti Mesut Ozil dan Santi Cazorla. Saya masih memiliki kontrak empat tahun di Arsenal, tapi saya pergi ke klub yang mereka benar-benar menginginkan saya,” katanya lagi.

“Saya tidak tahu Empoli, tapi saya menerima ke kasta bawah dari Liga Primer Inggris ke Serie B sebab mereka adalah klub yang sangat mendambakan saya,” paparnya.

Bennacer kemudian menegaskan alasan dia memilih Milan sebagai pelabuhan berikutnya dalam kariernya. Dia memahami betul, klub itu dipenuhi sejarah yang membanggakan.

“Alasan kenapa saya bertolak ke AC Milan? Saya memilih mereka karena sejarah mereka, tapi lebih dari itu karena proyek mereka adalah yang terbaik bagi saya,” tuntas Bennacer.

Tinggalkan Balasan